Selasa, 3 November 2026
Berita UMKM Maman Abdurrahman: Pembiayaan UMKM Perlu Diimbangi Pendampin

Maman Abdurrahman: Pembiayaan UMKM Perlu Diimbangi Pendampingan Intensif

Senin, 2 November 2026 19:38 WIB | Redaksi UMKMKini

Legislator Maman Abdurrahman menilai akses pembiayaan bagi pelaku UMKM tidak cukup hanya berupa suntikan dana. Ia menekankan pentingnya pendampingan intensif agar pelaku usaha kecil mampu memanfaatkan fasilitas pembiayaan secara optimal dan membangun ekosistem digital yang kuat melalui program Sapa UMKM.

Legislator Maman Abdurrahman menyoroti kesenjangan yang masih terjadi di kalangan pelaku usaha mikro dan kecil dalam mengakses pembiayaan formal. Ia mengingatkan bahwa pemberian dana usaha tanpa disertai bimbingan teknis justru berpotensi membuat penerima pembiayaan terjerat masalah keuangan.

Bagaimana Pendampingan Intensif Bisa Mencegah Terjadinya Kredit Macet?

Maman menjelaskan bahwa banyak pelaku UMKM yang belum memahami mekanisme pengembalian pinjaman secara terstruktur. Tanpa pengetahuan manajemen keuangan yang memadai, mereka berisiko mengalami gagal bayar. Pendampingan harus mencakup edukasi perencanaan kas, pencatatan transaksi, hingga strategi pengembangan usaha.

Mengapa Ekosistem Digital Menjadi Kunci Keberlanjutan UMKM?

Program Sapa UMKM menjadi sarana penguatan kapasitas pelaku usaha dalam menghadapi transformasi digital. Maman menekankan bahwa literasi teknologi finansial menjadi komponen vital agar pelaku usaha dapat memanfaatkan kanal digital untuk pemasaran dan manajemen usaha. Kolaborasi antara lembaga pembiayaan dan platform digital dinilai mampu menciptakan sinergi yang produktif.

AspekDetail
Fokus UtamaPendampingan intensif bagi pelaku UMKM penerima pembiayaan
Program PendukungSapa UMKM untuk penguatan ekosistem digital
TantanganLiterasi keuangan dan teknologi pelaku usaha mikro-kecil
SolusiEdukasi terpadu antara pembiayaan dan transformasi digital

Rapat koordinasi antara pemerintah, perbankan, dan komunitas usaha menjadi forum strategis untuk menyusun peta jalan pendampingan yang komprehensif. Maman berharap regulasi pembiayaan UMKM ke depan tidak sekadar bersifat insentif fiskal, melainkan juga memastikan keberlanjutan usaha melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Peningkatan akses pembiayaan perlu dibarengi dengan penguatan kapasitas digital agar pelaku UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin terkoneksi secara daring. Koordinasi lintas sektor antara lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan pelaku teknologi diyakini mampu menciptakan ekosistem pendukung yang menyeluruh bagi pertumbuhan sektor usaha mikro dan kecil nasional.

Sumber: www.detikindonesia.co.id (detikindonesia.co.id)

Baca Juga