Selasa, 3 November 2026
Berita UMKM Lia Istifhama Serap Aspirasi Pedagang Kuliner, Soroti Tantan

Lia Istifhama Serap Aspirasi Pedagang Kuliner, Soroti Tantangan UMKM Surabaya

Senin, 2 November 2026 20:40 WIB | Redaksi UMKMKini

Langkah Lia Istifhama menyerap aspirasi pedagang kuliner di Surabaya menjadi sorotan dalam upaya memahami tantangan pelaku UMKM setempat. Dalam dialog dengan para pedagang, berbagai permasalahan klasik seperti kenaikan biaya operasional dan keterbatasan akses pasar kembali mengemuka. Kondisi ini menunjukkan bahwa ekosistem usaha kecil di kota terbesar kedua Indonesia tersebut masih menghadapi berbagai hambatan struktural yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah.

Lia Istifhama menyatakan komitmennya untuk menjembatani keluhan pedagang kuliner dengan kebijakan pemerintah kota. Ia mengakui bahwa sektor kuliner merupakan tulang punggung ekonomi rakyat Surabaya yang perlu didukung secara optimal. Pernyataan ini disampaikan dalam rangkaian kegiatan menyerap aspirasi dari pelaku usaha mikro dan kecil.

Apa saja permasalahan utama yang dihadapi pedagang kuliner Surabaya?

Pedagang kuliner di Surabaya menghadapi sejumlah tantangan klasik yang sudah lama mengakar. Kenaikan harga bahan baku menjadi keluhan utama yang disampaikan dalam dialog tersebut. Selain itu, para pedagang juga mengeluhkan biaya sewa tempat usaha yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Keterbatasan modal juga menjadi hambatan bagi banyak pedagang yang ingin mengembangkan usahanya. Persaingan dengan platform pesan-antar makanan digital turut memengaruhi pola penjualan pedagang konvensional. Banyak pedagang merasa kesulitan bersaing dalam sistem harga yang ditetapkan oleh platform digital. Kondisi ini memaksa mereka untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah pada belanja daring.

Bagaimana komitmen pemerintah kota dalam mendukung UMKM kuliner?

Lia Istifhama menegaskan bahwa aspirasi yang diterima akan ditindaklanjuti kepada instansi terkait. Ia berjanji akan memperjuangkan kemudahan akses permodalan bagi pelaku UMKM kuliner. Pemerintah kota diharapkan dapat memberikan stimulus berupa keringanan biaya operasional bagi pedagang kecil. Dukungan lain yang dibutuhkan pedagang meliputi pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital. Banyak pedagang kuliner yang masih belum maksimal memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar. Program pendampingan secara berkelanjutan dianggap lebih efektif dibandingkan bantuan sekali jalan.

AspekDetail
LokasiSurabaya
SasaranPedagang kuliner dan pelaku UMKM
Permasalahan utamaKenaikan biaya operasional, keterbatasan modal, dan perubahan pola konsumsi
Tindak lanjutAspirasi akan disampaikan kepada instansi terkait

Langkah menyerap aspirasi ini menunjukkan bahwa suara pelaku UMKM masih perlu didengar secara langsung. Dialog semacam ini menjadi ruang komunikasi penting antara pemerintah dan rakyat. Keberlanjutan kebijakan pendukung UMKM sangat bergantung pada keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti aspirasi yang masuk. Para pedagang kuliner berharap perhatian pemerintah tidak hanya bersifat seremonial. Mereka membutuhkan implementasi kebijakan yang nyata dan berkelanjutan. Dengan dukungan yang tepat, sektor kuliner Surabaya dapat terus berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Sumber: Suara Pemerintah (suarapemerintah.id)

Baca Juga