Sabtu, 7 November 2026
Berita UMKM Omzet 50 UMKM Binaan BI Kalimantan Timur Naik Hampir 38 Pers

Omzet 50 UMKM Binaan BI Kalimantan Timur Naik Hampir 38 Persen

Jumat, 6 November 2026 19:53 WIB | Redaksi UMKMKini

Sepuluh UMKM binaaan Bank Indonesia di Kalimantan Timur mencatatkan pertumbuhan omzet signifikan sebesar 37,98 persen. Kesepakatan ekspor yang berhasil diraih mencapai Rp15,1 miliar. Pertumbuhan ini menunjukkan pemulihan ekonomi sektor usaha mikro dan kecil di wilayah tersebut.

PT Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Timur membina 50 UMKM melalui program pelatihan dan pendampingan. Program ini berlangsung sepanjang tahun dan berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, mulai dari manajemen keuangan hingga strategi pemasaran digital. Para pelaku usaha binaaan menerima pelatihan绕 berbagai aspek pengelolaan bisnis. Mereka dibimbing dalam penyusunan laporan keuangan, pengembangan produk, serta penerapan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan pasar. Pendampingan intensif ini bertujuan memperkuat fondasi bisnispara peserta. Hasilnya, omzet gabungan 50 UMKM tersebut melonjak hampir 38 persen dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ini menunjukkan efektivitas program binaaan yang diberikan BI kepada pelaku usaha kecil di wilayah Kalimantan Timur. Nilai ekspor yang disepakati mencapai Rp15,1 miliar. Kesepakatan ini mencakup berbagai produk lokal andalan binaaan BI, meliputi sektor makanan, kerajinan, dan produk turunan pertanian khas Kalimantan Timur. Pasar ekspor yang dituju meliputi beberapa negara tetangga.

AspekDetail
Jumlah UMKM binaaan50 unit
Pertumbuhan omzet37,98%
Nilai kesepakatan eksporRp15,1 miliar
Wilayah binaaanKalimantan Timur
PendampinganManajemen keuangan, pemasaran digital

Para pelaku usaha binaaan kini memiliki akses lebih luas ke jaringan pemasaran daring. Mereka memanfaatkan platform e-commerce untuk menjual produk secara nasional maupun internasional. Pelatihan strategi konten digital juga menjadi bagian penting dari program binaaan ini. Bank Indonesia berkomitmen melanjutkan program binaaan UMKM di tahun mendatang. Program serupa ditargetkan menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Pendampingan akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing sektor usaha.

Memahami Model Pendampingan UMKM oleh Bank Indonesia

Program pendampingan UMKM yang dilakukan oleh Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur merupakan bagian dari kebijakan makroprudensial yang berfokus pada peningkatan literasi keuangan dan kapasitas usaha mikro dan kecil. Pendekatan ini umumnya melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, asosiasi bisnis, dan institusi pendidikan, untuk memastikan keberlanjutan program binaaan. Metode pendampingan yang komprehensif memungkinkan pelaku usaha memahami tidak hanya aspek produksi, tetapi juga manajemen risiko usaha.

Hal yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Rangka Ekspor

Pelaku usaha kecil yang ingin mengikuti jejak keberhasilan program binaaan perlu memperhatikan beberapa aspek penting. Pertama, standar kualitas produk harus memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor, termasuk sertifikasi dan dokumentasi yang diperlukan. Kedua, pemahaman tentang regulasi perdagangan internasional dan prosedur kepabeanan menjadi kunci kelancaran proses ekspor. Ketiga, pelaku usaha perlu memastikan kelanjutan produksi agar dapat memenuhi komitmen volume pengiriman sesuai jadwal yang disepakati dengan pembeli luar negeri.

Sumber: Niaga.Asia (niaga.asia)

Baca Juga