
GenBI Unpatti Latih 30 Pelaku UMKM Ambon Keterampilan Digital dan Keuangan
Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon gelar pelatihan LOCALIFT 2026 bagi 30 pelaku UMKM lokal. Program ini membekali peserta dengan keterampilan digital dan manajemen keuangan untuk meningkatkan daya saing usaha mereka.
Komunitas mahasiswa penerima beasiswa Indonesia Maju ini menggagas pelatihan LOCALIFT 2026 sebagai upaya menjawab tantangan pelaku UMKM di Kota Ambon. Program tersebut menyasar 30 peserta dari berbagai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah tersebut.
Apa Saja Materi yang Disampaikan dalam Pelatihan LOCALIFT 2026?
Pelatihan LOCALIFT 2026 dirancang untuk memberikan dua kompetensi utama kepada peserta. Pertama, keterampilan digital yang mencakup pemasaran online dan pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Kedua, manajemen keuangan yang meliputi pencatatan keuangan sederhana, perencanaan modal kerja, dan strategi pembiayaan usaha.
Bagaimana LOCALIFT 2026 Diharapkan Meningkatkan Daya Saing UMKM Ambon?
Dengan mengikuti program ini, pelaku UMKM Ambon diharapkan dapat menerapkan strategi bisnis yang lebih modern. Keterampilan digital memungkinkan mereka menjangkau konsumen di luar wilayah Maluku. Sementara itu, pemahaman manajemen keuangan membantu pelaku usaha mengelola arus kas dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. GenBI Unpatti memilih format pelatihan yang aplikatif agar peserta langsung dapat mempraktikkan materi yang diterima. Para fasilitator berasal dari anggota komunitas GenBI yang memiliki pengetahuan memadai tentang literasi digital dan keuangan.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Penyelenggara | GenBI Komisariat Unpatti Ambon |
| Program | LOCALIFT 2026 |
| Jumlah Peserta | 30 pelaku UMKM |
| Lokasi | Ambon, Maluku |
| Fokus Materi | Keterampilan digital dan keuangan |
Program serupa dari GenBI di berbagai daerah selama ini menunjukkan dampak positif terhadap pertumbuhan usaha peserta. Pelatihan seperti ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung bagi masyarakat sambil mengasah kemampuan kepemandirian mereka. Para pelaku UMKM yang berminat mengikuti program serupa di masa mendatang dapat memantau informasi dari GenBI Komisariat Unpatti Ambon. Kolaborasi antara komunitas mahasiswa dan pelaku usaha lokal diharapkan terus terjalin untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Maluku.
Peran Komunitas Mahasiswa dalam Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Komunitas mahasiswa seperti GenBI memiliki posisi strategis untuk menjembatani pengetahuan akademik dan kebutuhan pelaku usaha di lapangan. Sebagai generasi yang sedang menempuh pendidikan tinggi, mereka menyerap teori dan perkembangan teknologi secara terkini. Melalui program pelatihan seperti LOCALIFT, pengetahuan tersebut dapat dialihkan kepada pelaku UMKM yang membutuhkan peningkatan kapasitas usaha. Kolaborasi semacam ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Pelaku usaha mendapat akses terhadap keterampilan baru, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan ilmu dan membangun jaringan dengan komunitas lokal.
Hal yang Perlu Diperhatikan UMKM dalam Menerapkan Keterampilan Baru
Setelah mengikuti pelatihan, pelaku UMKM perlu memastikan keterampilan yang diperoleh benar-benar diterapkan secara konsisten. Keterampilan digital memerlukan latihan rutin agar pemanfaatan media sosial dan pemasaran online berjalan efektif. Similarly, pemahaman manajemen keuangan harus ditindaklanjuti dengan pencatatan yang disiplin agar arus kas usaha dapat dipantau dengan baik. Pelaku usaha juga disarankan untuk terus memperbarui pengetahuan mengikuti perkembangan platform digital dan regulasi keuangan yang berlaku. Dengan konsistensi dalam penerapan, manfaat dari program pelatihan dapat terasa dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
Sumber: Terasmaluku (terasmaluku.com)
