Kamis, 29 Oktober 2026
Beranda › Ekonomi Makro
Ekonomi Makro Strategi Pemerintah dan Bank Indonesia dalam Meredam Inflasi

Strategi Pemerintah dan Bank Indonesia dalam Meredam Inflasi Nasional

Kamis, 29 Oktober 2026 08:30 WIB | Redaksi BisnisHari

Strategi Pemerintah dan Bank Indonesia dalam Meredam Inflasi Nasional

Upaya Menjaga Stabilitas Harga

Pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperkuat sinergi untuk meredam tekanan inflasi dan menjaga stabilitas harga domestik. Langkah koordinasi ini dilakukan di tengah dinamika perekonomian global yang masih menyimpan ketidakpastian. Kedua lembaga sepakat bahwa pengendalian inflasi merupakan prioritas utama untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Target inflasi Indeks Harga Konsumen secara nasional dijaga agar tetap berada pada kisaran sasaran, yaitu sebesar 2,5 persen dengan deviasi 1 persen.

Peran Kebijakan Moneter Bank Indonesia

Dalam meredam inflasi, Bank Indonesia mengoptimalkan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial. Penyesuaian suku bunga kebijakan, atau BI-Rate, dilakukan secara proaktif untuk mengarahkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti tetap terkendali. Bank Indonesia juga secara rutin melakukan komunikasi kebijakan untuk memberikan sinyal yang jelas kepada pasar mengenai arah kebijakan ke depan. Selain instrumen suku bunga, BI menjaga likuiditas di sistem perbankan serta memperkuat nilai tukar Rupiah agar tidak memberikan tekanan tambahan pada harga barang impor.

Pengendalian Inflasi Pangan

Tantangan terbesar dalam pengendalian inflasi nasional sering kali berasal dari kelompok harga bergejolak atau volatile food. Untuk meredam inflasi pangan, pemerintah menjalankan berbagai operasi pasar dan menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis seperti beras dan cabai. Subsidi dan kompensasi energi juga terus dioptimalkan untuk mencegah efek domino terhadap harga bahan pokok. Operasi pasar tidak hanya dilakukan di ibu kota provinsi, tetapi juga menjangkau pasar tradisional di tingkat kabupaten untuk memastikan harga stabil hingga ke konsumen akhir.

Sinergi Pusat dan Daerah melalui TPID

Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diperkuat melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah. TPID di setiap provinsi dan kabupaten menerapkan strategi 4K, yang meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Pemantauan harga dilakukan secara harian menggunakan indeks harga yang diamati secara frekuensi tinggi. Jika terdapat anomali harga di tingkat lokal, pemerintah daerah dapat langsung mengeksekusi intervensi pasar atau memberikan bantuan transportasi untuk memperlancar arus distribusi barang antarwilayah.

Prospek Inflasi ke Depan

Dengan berbagai instrumen kebijakan yang telah dijalankan, prospek inflasi Indonesia ke depan diproyeksikan tetap berada dalam jalur yang terkendali. Kolaborasi antara kebijakan moneter, fiskal, serta langkah struktural di tingkat daerah menjadi kunci utama dalam meredam risiko inflasi. Meskipun demikian, kewaspadaan terhadap guncangan eksternal seperti perubahan harga komoditas global tetap diperlukan. Pemantauan perkembangan harga akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

Sumber berita: Google News