
PLN Gembluk UMKM Sumbawa Soal Keselamatan Listrik, Cegah Risiko Kebakaran
PT PLN (Persero) sosialisasi keselamatan kelistrikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, untuk menekan risiko kecelakaan dan kebakaran akibat kelistrikan.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribution Nusa Tenggara Barat menggelar sosialisasi keselamatan kelistrikan kepada ratusan pelaku UMKM di Kabupaten Sumbawa, kemarin. Kegiatan ini menyasar kalangan pedagang, pengrajin, dan pemilik warung yang selama ini menjadi pengguna listrik paling dominan di wilayah tersebut. Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Nusa Tenggara Barat menjelaskan bahwa edukasi ini diperlukan karena banyak pelaku UMKM yang belum memahami potensi bahaya dari instalasi listrik yang tidak sesuai standar. Banyak di antara mereka yang menggunakan kabel dan peralatan listrik secara sembarangan demi menghemat biaya operasional. "Pelaku UMKM sering mengabaikan standar keselamatan listrik demi efisiensi. Padahal, risiko yang ditimbulkan sangat besar, mulai dari sengatan listrik hingga kebakaran yang bisa melukai keluarga dan merusak usaha mereka," terang General Manager PLN UID Nusa Tenggara Barat dalam kesempatan tersebut. PLN mencatat bahwa sebagian besar kebakaran bangunan di wilayah Sumbawa dalam lima tahun terakhir bersumber dari hubungan pendek listrik. Kondisi ini diperparah oleh minimnya kesadaran masyarakat tentang cara memeriksa kondisi instalasi di tempat usaha mereka secara mandiri. Bagaimana Cara UMKM Mencegah Kecelakaan Kelistrikan di Tempat Usaha? PLN mengajarkan langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan pelaku UMKM untuk memastikan instalasi listrik di tempat usaha mereka aman. Pertama, memeriksa kondisi kabel secara berkala. Kabel yang terkelupas atau usang perlu segera diganti agar tidak menimbulkan percikan api. Kedua, memastikan daya listrik yang digunakan sesuai dengan kebutuhan peralatan. Banyak pelaku UMKM yang menambah peralatan tanpa memperhitungkan kapasitas daya, sehingga beban listrik menjadi berlebihan dan memicu panas berlebih pada kabel. Ketiga, menggunakan komponen listrik bersertifikasi resmi. PLN menekankan pentingnya membeli material listrik dari penjual terpercaya dan memastikan produk tersebut memiliki label standar nasional Indonesia. Keempat, menghubungi petugas PLN ketika menemukan tanda-tanda anomaly pada instalasi seperti bau terbakar, percikan api, atau MCB yang sering turun.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Waktu kegiatan | Kemarin, November 2026 |
| Lokasi | Kabupaten Sumbawa, NTB |
| Peserta | Ratusan pelaku UMKM |
| Penyelenggara | PLN UID Nusa Tenggara Barat |
| Materi | Keselamatan dan pencegahan risiko kelistrikan |
Apa Saja Risiko yang Mengintai Jika Keselamatan Listrik Diabaikan? Dampak pengabaian keselamatan listrik tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM sendiri, tetapi juga lingkungan sekitar. Kebakaran akibat korsleting bisa merembet ke bangunan tetangga, mengancam jiwa pekerja dan pelanggan, serta menghanguskan seluruh aset usaha dalamhitungan menit. PLN menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pengurangan angka kecelakaan kelistrikan di masyarakat. Ke depan, PLN berencana memperluas jangkauan edukasi serupa ke kabupaten lain di wilayah Nusa Tenggara Barat.
- Mengecek kondisi kabel dan stop kontak secara berkala
- Menggunakan daya listrik sesuai kapasitas terpasang
- Memasang komponen listrik bersertifikasi SNI
- Menghubungi petugas PLN untuk inspeksi berkala
- Menghindari penggunaan triplek dan komponen murah tanpa standar
PLN berharap pelaku UMKM di Sumbawa dapat menerapkan standar keselamatan kelistrikan yang benar setelah sosialisasi ini. Dengan demikian, risiko kecelakaan dan kerugian material akibat masalah listrik bisa diminimalkan secara signifikan.
Sumber: ANTARA News Mataram (mataram.antaranews.com)
Baca Juga
- Dosen dan Mahasiswa UNPAM Bantu UMKM Tingkatkan Produktivitas dan Keselamatan Kerja
- Industri Gadai Pilih Tahan Suku Bunga di Tengah Meningkatnya Risiko UMKM
- 12 UMKM Indonesia Raih Potensi Ekspor Senilai Rp130 Miliar dari Trade Expo
- 20 Pelaku UMKM Non-OAP di Mimika Hentikan Jual Pinang Guna Patuhi Perda
