Minggu, 1 November 2026
Beranda › Pasar Modal
Pasar Modal IHSG Terkoreksi 7 Persen dalam Sepekan, Asing Pilih Akumulas

IHSG Terkoreksi 7 Persen dalam Sepekan, Asing Pilih Akumulasi GOTO dan BUMI

Minggu, 1 November 2026 01:06 WIB | Redaksi BisnisHari

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sekitar 7 persen dalam sepekan terakhir. Di tengah tekanan itu, investor asing justru tercatat melakukan pembelian bersih pada sejumlah saham, dengan GOTO dan BUMI menjadi dua nama yang paling banyak diakumulasi.

Tekanan jual yang melanda pasar saham domestik sepanjang pekan membuat IHSG kehilangan sekitar 7 persen dari nilainya. Koreksi tajam ini menjadikan pekan tersebut sebagai salah satu periode terburuk bagi bursa dalam beberapa waktu terakhir. Pelemahan indeks terjadi di tengah sentimen global yang kurang mendukung dan aksi lepas saham oleh sebagian pelaku pasar. Meski demikian, data perdagangan menunjukkan arah yang berbeda dari investor asing. Alih-alih ikut melepas, dana asing tercatat masuk dan memborong sejumlah saham tertentu. Dua emiten yang menjadi incaran utama adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Mengapa Asing Justru Membeli Saat IHSG Turun?

Pola akumulasi saat pasar tertekan umumnya dikaitkan dengan strategi memanfaatkan harga yang sudah turun. Sebagian investor memandang koreksi sebagai peluang untuk masuk pada level valuasi yang lebih murah, terutama pada saham-saham yang likuid dan diperdagangkan aktif setiap hari. GOTO dan BUMI termasuk emiten dengan volume transaksi tinggi, sehingga relatif mudah bagi investor besar untuk menambah atau mengurangi posisi. Namun, pembelian bersih oleh asing tidak otomatis menandakan pasar sudah berada di titik terbawah. Arus dana asing bersifat dinamis dan dapat berbalik arah dengan cepat bila sentimen global berubah. Karena itu, arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan masih bergantung pada perkembangan eksternal dan respons pelaku pasar domestik.

Apa Dampaknya bagi Pergerakan IHSG Selanjutnya?

Koreksi 7 persen dalam sepekan menempatkan indeks pada posisi yang secara teknikal sudah cukup tertekan. Sejumlah analis biasanya mencermati apakah muncul penguatan teknikal setelah pelemahan sebesar itu, terutama bila arus beli dari investor asing berlanjut. Namun tanpa dukungan sentimen positif yang jelas, potensi fluktuasi masih terbuka. Perhatian pasar juga tertuju pada saham-saham yang menjadi target akumulasi asing. Pergerakan GOTO dan BUMI kerap dijadikan indikator oleh sebagian pelaku pasar untuk membaca arah minat investor terhadap saham berkapitalisasi besar dan komoditas.

AspekDetail
Pergerakan IHSGTurun sekitar 7 persen dalam sepekan
Saham diborong asingGOTO dan BUMI
Sifat dataPembelian bersih (net buy) investor asing
KonteksKoreksi pasar disertai akumulasi selektif
RisikoArus asing dapat berbalik arah

Bagaimana Sikap Investor Menyikapi Kondisi Ini?

Koreksi tajam biasanya mendorong investor untuk menyeimbangkan portofolio, baik dengan mengurangi eksposur pada saham yang dinilai rentan maupun menambah pada emiten yang dianggap punya prospek. Data arus asing menjadi salah satu rujukan, meski tidak selalu sejalan dengan pergerakan indeks secara keseluruhan. Sampai saat ini, belum ada indikasi bahwa tekanan jual telah sepenuhnya berakhir. Pasar akan mencermati perkembangan sentimen global dan reaksi pelaku domestik pada sesi-sesi berikutnya untuk melihat apakah koreksi berlanjut atau mulai terbatas.

Sumber: Poros Jakarta (porosjakarta.com)

Baca Juga