
Empat Bulan Pendampingan TEP 19 UNAIR Dorong Kreativitas UMKM Prafi
Program TEP 19 Universitas Airlangga mengakhiri masa pendampingan selama empat bulan terhadap pelaku UMKM di Prafi, Papua Barat. Selama periode tersebut, peserta mendapat pelatihan manajemen usaha, pengembangan produk, dan strategi pemasaran kreatif untuk meningkatkan daya saing bisnis mereka.
Program Penguatan Kapasitas UMKM Pendampingan TEP 19 UNAIR di Prafi resmi berakhir setelah menjalani proses selama empat bulan. Tim dari Universitas Airlangga hadir membimbing pelaku usaha mikro dan kecil di wilayah tersebut agar mampu mengelola bisnis secara lebih terstruktur dan inovatif. Metode yang diterapkan mencakup sesi konsultasi langsung, workshop praktis, serta evaluasi berkala terhadap perkembangan setiap peserta. Para pelaku UMKM yang terlibat dalam program ini berasal dari berbagai sektor usaha seperti kerajinan tangan, kuliner, dan jasa lokal. Mereka diajarkan cara menyusun rencana usaha yang realistis, mengelola keuangan sederhana, serta merancang strategi pemasaran yang tepat sasaran. Pendampingan ini bertujuan agar setiap peserta memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk mengembangkan usahanya secara mandiri. Dampak Positif bagi Pelaku Usaha Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta mampu menunjukkan peningkatan dalam hal kreativitas produk dan pemahaman manajemen usaha. Beberapa di antara mereka mulai menerapkan teknik pengemasan baru dan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Pendamping ini juga membantu pelaku usaha mengidentifikasi potensi pasar lokal yang selama ini belum tergarap optimal. Kolaborasi yang terjalin selama empat bulan ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan usaha para peserta. Tim TEP 19 UNAIR menyampaikan bahwa pendekatan yang diberikan bersifat kolaboratif, artinya masyarakat lokal turut dilibatkan dalam setiap proses pengambilan keputusan. Model ini dirancang agar ilmu yang ditransfer dapat bertahan lama dan memberi manfaat berkelanjutan bagi komunitas usaha di Prafi.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Durasi Program | Empat bulan |
| Lokasi | Prafi, Papua Barat |
| Pelaksana | Tim TEP 19 Universitas Airlangga |
| Sasaran | Pelaku UMKM sektor kerajinan, kuliner, dan jasa |
Tantangan yang Dihadapi Peserta Proses pendampingan tidak berjalan tanpa hambatan. Beberapa peserta menghadapi keterbatasan akses terhadap bahan baku dan distribusi. Tim pendamping kemudian memberikan alternatif solusi seperti penggunaan bahan lokal dan pembentukan kelompok usaha bersama untuk mengatasi kendala logistik. Pendekatan ini dinilai efektif karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mencari jalan keluar. Keberlanjutan Pasca-Pendampingan Ke depan, pelaku UMKM Prafi diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh secara mandiri. Tim TEP 19 UNAIR menyampaikan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kemauan peserta untuk terus berkreasi dan berinovasi. Dukungan dari pemerintah daerah juga diperlukan untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih kondusif bagi pertumbuhan UMKM di wilayah tersebut.
- Pelatihan manajemen usaha dan keuangan sederhana
- Pengembangan kreativitas produk dan pengemasan
- Strategi pemasaran melalui media sosial
- Pembentukan kelompok usaha untuk distribusi bersama
- Pendampingan berkelanjutan oleh tim TEP 19 UNAIR
Sumber: RRI.co.id (rri.co.id)
